Kota Pekalongan, delikjateng.id –
Pada awal 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memperoleh alokasi bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Jawa Tengah sekitar 1,9 miliar yang diperuntukan bagi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil di 27 kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto dalam Rapat Koordinasi yang bertujuan untuk mempercepat penanganan kasus stunting di Kota Pekalongan dan sosialisasi pemberian dan penyaluran PMT
Rapat berlangsung di aula PKK Kota Pekalongan, dengan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan.
PMT akan disalurkan mulai dari ibu hamil kurang energi kronis, balita baik dengan status gizi kurang, balita dengan masalah khusus dan stunting sesuai data yang ada. Pemberian PMT akan disalurkan selama 90 hari dan ada yang 120 hari,” terang Slamet Budiyanto.
Slamet Budiyanto menjelaskan untuk pelaksanaan pemberian PMT akan disinergikan dengan TP PKK mulai dari pembuatan PMT, distribusi hingga pemantauannya.
“Sebelum penyaluran kita latih kader untuk mengolah PMT agar sesuai standar gizi yang diperlukan sasaran, sembari menunggu alokasi tersebut cair. Mudah-mudahan target penurunan stunting bisa tercapai, masalah penanganan gizi dapat teratasi dan ibu hamil bisa melahirkan dengan status gizi bayi yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengaku bersyukur dengan adanya alokasi bankeu dari Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Disebutkan Inggit, Pekalongan memiliki anggaran terbatas untuk penanganan stunting. Meskipun telah dilakukan upaya yang gigih, angka stunting masih mengalami kenaikan. “Untuk tahun kemarin 2023 ini, kami masih mengalami kenaikan. Hal ini perlu dievaluasi dan terus dimonitoring, karena sepertinya berbagai upaya dari pemerintah sudah maksimal,” tambahnya.
Salah satu faktor yang menjadi kendala adalah tingkat partisipasi yang belum mencapai 100%, baik dalam hal pengumpulan data maupun pemberian PMT kepada anak-anak di bawah usia 2 tahun. “Pola asuh juga penting, tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini sangat berpengaruh,” paparnya.
Inggit juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi, yang telah memberikan perhatian khusus untuk penanganan stunting di Kota Pekalongan.
“Kami akan terus menggalakkan upaya penurunan stunting, evaluasi dan monitoring juga kita lakukan. Untuk PMT sendiri dari Pemerintah Kota Pekalongan sudah menyalurkan dari Dapur sehat atasi stunting atu Dashat, mudah-mudahan bisa berdampak baik,” tandasnya.
Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk bisa turut andil dan berkontribusi dengan terus menjaga pola hidup sehat dan pola pengasuhan yang baik dimulai dari diri sendiri dan keluarga.(Istiadi Boesro)






