Jemaah Haji Kota Pekalongan 2024 Berpamitan Walikota

Terbaru143 Dilihat

Kota Pekalongan, delikjateng.id – Jemaah haji asal Kota Pekalongan  berpamitan dengan Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin dan Forkopimda Kota Pekalongan. Bertempat di GOR Jetayu, Sebanyak 337 orang calon jemaah diterima walikota, Rabu (15/5/2024).

Dijadwalkan Para Calon Haji (Calhaj) asal Kota Batik sendiri, akan berangkat lewat embarkasi Asrama Haji Donohudan pada 21 dan 22 Mei 2024 untuk selanjutnya terbang ke Tanah Suci Mekah. Namun, dari jumlah 337 orang tersebut, dua orang diantaranya sudah terlebih dahulu berangkat ke embarkasi masuk kloter 13 bersama jemaah asal Wonosobo dan Banjarnegara. Sementara, 166 orang calon haji masuk pada kloter 38 bersama jemaah Kabupaten Batang dan 169 orang jemaah lainnya berada di kloter 39 bersama jemaah asal Kabupaten Kendal.

Walikota Pekalongan menyampaikan bahwa, pada Tahun 2024 ini, kuota jemaah haji asal Kota Pekalongan meningkat, dari semula di Tahun 2023 sebanyak 326 orang naik menjadi 337 orang yang tahun ini terbagi dalam kloter yaitu kloter 13, 38 dan 39. Kloter 13 sudah berangkat 2 orang karena susulan ikut bersama rombongan jemaah Wonosobo dan Banjarnegara. Sisanya akan diberangkatkan ke embarkasi pada tanggal 21 dan 22 Mei 2024 dari Halaman Pemkot Pekalongan..

Disampaikan oleh Walikota Pekalongan,Agar calon jemaah haji bisa saling menjaga satu sama lain. Disamping itu, jemaah diminta menjaga kesehatan, tidak memaksakan kondisi kesehatannya, yang terpenting fokus pada  rukun hajinya. Jika hal itu sudah dijalankan, dan dirasa masih kuat, dipersilahkan menjalani sunah hajinya. Pihaknya menyebutkan, tidak ada calon haji asal Kota Pekalongan yang gagal berangkat. Semua yang berangkat ini adalah mereka yang sudah melunasi pembayaran biaya hajinya.

Depesankan oleh HA Afzan Arslan Djunaid “Kalau tidak kuat, jangan dipaksakan. Mudah-mudahan semuanya lancar, termasuk untuk tenaga pendamping haji Alhamdulillah sudah berpengalaman semua. Kita titip doa untuk Pemerintah Kota Pekalongan agar didoakan juga supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik, supaya bencana yang ada di Kota Pekalongan bisa semakin berkurang. Mengingat, di Tanah Suci nanti ada beberapa tempat mustajab untuk berdoa,” demikian tuturnya.

Disebutkan oleh Kasiman Mahmud Desky, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, , dari  337 orang jemaah itu, yang termuda berusia 19 tahun atas nama Firda Kamalia Mahmudah yang berberalamatkan di Kelurahan Kalibaros, sementara yang tertua berusia 88 tahun atas nama Bapak Soekisno, warga Kelurahan Pringrejo.  Sampai saat ini, semua jemaah haji sudah dinyatakan sehat (istitho’ah) dan layak berangkat.

Diinformasikan oleh Kasiman,”Bahwa yang gagal berangkat sudah digantikan oleh waiting list berikutnya, termasuk 2 orang jemaah susulan tadi, karena tidak ada seat di rombongan kloter 38 dan 39, sehingga yang bersangkutan adanya seat di kloter 13 pada tanggal 13 Mei lalu sudah berangkat bersama jemaah Wonosobo dan Banjarnegara,”

Kasiman memaparkan juga, ratusan jemaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar di akhir Tahun 2011. Dimana, masa tunggunya sekitar 12 tahunan. Namun, karena banyaknya waiting list saat ini sudah mencapai 9000an orang, jika masyarakat yang mendaftar haji tahun ini, maka diperkirakan akan berangkat 32 tahun setelahnya dari masa awal mendaftar.

“Kalau kebijakan penambahan kuota tidak berlanjut. Masa tunggu haji bisa berkurang karena 2 faktor yakni pertama, anyaknya calon haji yang gagal berangkat karena meninggal dunia, atau mengundurkan diri. Yang kedua, karena penambahan kuota yang bisa mempercepat pemberangkatan jemaah haji,”tambahnya. (Edise).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *