Seorang Pemuda Dikeroyok Berkali-kali Hingga Dibuang di Gubuk Tepi Hutan, diduga salah paham

PEKALONGAN – Delikjateng.id
Aksi pengeroyokan terjadi di Karanganyar Pekalongan,seorang pemuda berinisial MRS (20) asal Bondansari Wiradesa dikeroyok oleh sejumlah pemuda lantaran salah paham , peristiwa tersebut terjadi pada, Sabtu malam (7/625).

Atas peristiwa tersebut ,korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit Kajen .Menurut keterangan korban saat ditemui awak media di ruang perawatan menuturkan bahwa, peristiwa tersebut berawal saat dirinya berniat menemui D, terduga otak pelaku pengeroyokan ,untuk mengklarifikasi permasalahan terkait hubungan dirinya dengan tunangannya, karena D diduga melakukan fitnah sehingga hubungan korban dengan tunangannya cek cok.
” Kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu malam Minggu,7 Juni 2025. Awalnya saya menemui D yang beralamat di Desa Legok kalong depan obyek wisata Ciblon untuk mengklarifikasi permasalahan fitnah yang dilakukan oleh D. D menuduh saya bahwa saya jalan dengan cewek lain , sehingga saya dengan tunangan terjadi cekcok. Saat saya mendatangi D di jembatan panjang Karanganyar dan sedang bicara dengan D , tiba-tiba rekan-rekan D sekitar empat orang memukul saya , karena saya sendirian akhirnya saya kalah, setelah itu saya dibonceng motor diajak ke warung angkringan disitu saya kembali dihajar oleh orang-orang yang ada di warung angkringan tersebut yang diduga juga rekan D berjumlah sekitar kurang lebih ada 10 orang. Selanjutnya setelah saya tidak berdaya saya dipindahkan lagi ke tempat kolongan burung,disitu saya dihajar lagi oleh rekan-rekan D, bahkan saya dipukul dengan batu herbel hingga babak belur, tidak sampai disitu, dengan kondisi yang cukup parah dan saya masih sadar,saya kemudian dibawa ke daerah lolong, disitu saya dilemparkan ke sebuah gubuk dan para terduga pelaku merampas dompet,hp ,dan kartu ATM, sayapun dipaksa untuk memberikan pin ATM jika saya tidak memberikan pin mereka mengancam akan membunuh saya, akhirnya dengan terpaksa saya memberikan pin ATM setelah itu mereka meninggalkan saya begitu saja di gubuk pinggir hutan”, tutur korban.

” Setelah terduga pelaku meninggalkan saya, akhirnya saya tidak sadarkan diri,dan sadar hari sudah pagi, dengan kondisi berlumuran darah saya jalan kaki dan akhirnya ditolong oleh pedagang yang mau ke pasar,saya diturunkan di emperan toko dan hingga siang saya tergeletak di emperan toko hingga ada perangkat desa yang menolong dan menghubungi keluarga saya akhirnya saya dibawa ke rumah sakit”, pungkasnya.

Atas pengeroyokan yang dialaminya MRS mengalami luka cukup serius, bibirnya robek, kepalanya terluka hingga harus dijahit, seluruh badan memar hingga bengkak dan harus dirawat secara intensif.

Sementara itu,M. Munir orang tua korban meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut yang mengakibatkan putranya terluka parah atas tindakan biadab yang dilakukan oleh para terduga pelaku.
” Kami pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Pekalongan,dan kami berharap agar pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Perbuatan para pelaku termasuk biadab,anak saya dihajar berkali-kali dibeberapa tempat dan kemudian ditinggalkan begitu saja”,harap Munir.

Hingga berita ini diterbitkan awak media akan melakukan penelusuran lebih lanjut dan melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian Polres Pekalongan untuk perkembangan informasi selanjutnya.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *