Kota Pekalongan, delikjateng.id – adanya Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekalongan mengevaluasi pengawasan partisipatif Pemilu 2024 menuju Pengawasan Partisipatif Pilkada Tahun 2024 bersama dengan stakeholder terkait, berlangsung di Hotel Aston Syariah Pekalongan, Senin (15/7/2024).
Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin mengungkapkan bahwa, dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Kota Pekalongan merangkul dan mengajak perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kota Pekalongan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat serta mengantisipasi adanya potensi gesekan-gesekan antar ormas maupun LSM tersebut.
“untuk itulah kami mengundang mereka untuk mulai dikoordinasikan agar ketika jalannya Pilkada terdapat sengketa bisa tertangani dengan kondusif dan baik,” ucapnya.
Menurut Miftahuddin, berkaca dari pelaksanaan Pemilu baik Pileg maupun Pilpres 2024, yang menjadi
evaluasi adalah belum dilibatkannya semua LSM maupun Ormas yang berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif ini. Sehingga, pada persiapan jelang Pilkada 2024 ini, mereka turut diundang untuk bersinergi bersama. Pihaknya menilai, selama Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 di Kota Pekalongan berlangsung kondusif.
“Alhamdulillah di Kota Pekalongan berjalan kondusif. Banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, dan sebagainya,” ujarnya.
Lanjut Miftah menambahkan, saat ini Bawaslu Kota Pekalongan tengah melakukan tahapan pengawasan uji petik pencocokan dan penelitian (coklit) data warga masyarakat yang dimasukkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Bawaslu mengawasi dan melekat kepada jajaran Petugas Permutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dalam tahapan uji petik coklit tersebut untuk memastikan tidak ada joki dan melaksanakan tugasnya sesuai regulasi.
(Istiadi)






