Warga Desa Wuled Kecamatan Tirto Desak Kades Mundur

 

Pekalongan  – delikjateng.id

Warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Pekalongan, menggelar aksi demo di kantor desa setempat, Rabu siang tadi.(18/9) Warga menuntut Kepala Desa (Kades) Wuled, Wasduki Djazuli, mundur lantaran diduga korupsi.

“Kami menuntut dengan legowonya kades untuk mundur. Kami berharap juga semua BPD Desa Wuled untuk mundur, kalau tidak mundur kami akan mengerahkan lebih banyak lagi,” kata warga setempat, Budi Pranoto (61), Rabu (18/9/2024).

Budi menyebut banyak penyimpangan yang diduga dilakukan oleh Kades. Dari dugaan penjualan tanah kas desa, keterlambatan pembayaran PBB, hingga penghentian event sepakbola.

“(Kades) Wasduki sudah membuat kegaduhan di Wuled. Maka tuntutan final kami tetap, yakni dia harus mundur. Aksi seperti ini akan terus kami lakukan sampai dia mundur,” ucap koordinator aksi, Zaenal.

“Penjualan tanah kas desa itu hanya salah satu dari sekian banyak bobroknya kinerjanya. Ada sederet persoalan menonjol lain yang diresahkan warga. Di antaranya tidak adanya transparansi di setiap proyek yang berjalan di Wuled, hingga sikap arogan dan angkuh sang Kades,” tambahnya.

Beberapa warga juga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kebijakan kepala desa yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat miskin dan lebih menguntungkan kelompok tertentu. “Bantuan sosial sering tidak sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan. Kami merasa ada diskriminasi dalam penyaluran bantuan,” tambah warga lainnya.

Selain itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa kepala desa juga diduga terlibat dalam penyelewengan tanah bengkok desa dan pengelolaan anggaran yang tidak jelas. Warga menuntut agar kasus ini diusut tuntas dan meminta adanya audit terhadap keuangan desa.

Menanggapi aksi tersebut, pihak pemerintah desa belum memberikan tanggapan resmi. Namun, sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa berusaha meredam ketegangan dengan mengajak perwakilan warga untuk berdialog. “Kami ingin mencari solusi yang terbaik melalui dialog, dan berharap agar situasi tetap kondusif,” ujar salah seorang perangkat desa yang hadir di lokasi.

Sementara itu, pihak kepolisian Sektor Tirto turut mengamankan jalannya demonstrasi untuk mencegah terjadinya kericuhan. Hingga saat ini, aksi berjalan damai, meski ketegangan masih terasa di antara warga yang menuntut kejelasan dari kepala desa.

Warga berharap agar tuntutan mereka didengar dan segera ada langkah tegas dari pihak berwenang untuk menangani permasalahan yang terjadi di Desa Wuled. Mereka juga meminta agar jika kepala desa tidak segera km mundur, maka pihak pemerintah kabupaten harus turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

(Istiadi Boesro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *